Kilas Balik #7: Album Efek Rumah Kaca, Debut Trio Jakarta

Album perdana Efek Rumah Kaca (Paviliun Records, 2007): formasi trio, lagu andalan Cinta Melulu, para penulis lagu, angka penjualan, dan tempatnya dalam karier band.

Kilas Balik Musik Indonesia #7 — 6 Nov 2026

Album studio pertama Efek Rumah Kaca, yang berjudul sama dengan nama bandnya, dirilis pada 2007 oleh Paviliun Records. Isinya 12 lagu, dari sindiran terhadap lagu cinta yang seragam sampai lagu tentang kematian Munir Said Thalib. Per 2008, album ini menjadi rilisan terlaris Paviliun Records.

Formasi Efek Rumah Kaca saat album direkam

Band ini terbentuk pada 2001 dengan lima anggota, lalu menjadi trio pada 2003. Di album perdana, Cholil Mahmud memegang gitar, Adrian Yunan Faisal bas, dan Akbar Bagus Sudibyo drum.

Album ini terbit di bawah label independen Paviliun Records. Edisi CD aslinya memakai nomor katalog P//05.

Lagu-lagu di album Efek Rumah Kaca

Daftar lagunya berisi 12 judul, antara lain “Jalang”, “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja”, “Belanja Terus Sampai Mati”, “Di Udara”, “Melankolia”, dan “Desember”. Satu lagu memakai nama band itu sendiri sebagai judul. Penulis lima di antaranya:

  • “Cinta Melulu”: lirik oleh Cholil Mahmud, musik oleh Adrian Yunan dan Cholil Mahmud. Lagu ini mengkritik kecenderungan lagu cinta di Indonesia, terutama tema perselingkuhan.
  • “Efek Rumah Kaca”: lirik oleh Cholil Mahmud, musik oleh Akbar Bagus Sudibyo dan Cholil Mahmud.
  • “Bukan Lawan Jenis”: lirik oleh Cholil Mahmud, musik oleh Adrian Yunan, Akbar Bagus Sudibyo, dan Cholil Mahmud.
  • “Sebelah Mata”: lirik oleh Adrian Yunan, musik oleh Cholil Mahmud.
  • “Desember”: lirik oleh Adrian Yunan dan Cholil Mahmud, musik oleh Cholil Mahmud.

Lagu andalan dan singel

Empat lagu dirilis sebagai singel: “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja”, “Cinta Melulu”, “Di Udara”, dan “Desember”. Dari keempatnya, “Cinta Melulu” paling sering disebut sebagai lagu andalan album ini.

“Di Udara” bercerita tentang kematian Munir Said Thalib. “Belanja Terus Sampai Mati” menyoroti materialisme. Dua lagu itu menunjukkan arah lirik album ini: persoalan sosial dan politik ditulis dalam format lagu pop-rock.

Capaian penjualan

Hingga 2008, album ini terjual lebih dari 4.000 kopi dan menjadi rilisan terlaris Paviliun Records. Penjualannya kemudian melewati 5.000 kopi.

Pada 2008, album ini meraih penghargaan Rookie of the Year dari Rolling Stone Indonesia. Pada tahun yang sama, album ini masuk nominasi MTV Asia dan Anugerah Musik Indonesia.

Posisi album dalam perjalanan karier

Album ini membuka diskografi Efek Rumah Kaca. Album kedua, Kamar Gelap, terbit pada 19 Desember 2008 lewat Aksara Records. Album ketiga, Sinestesia, menyusul pada 18 Desember 2015 lewat Jangan Marah Records.

Pada 2015, album perdana ini terbit ulang dalam format CD. Edisi tersebut diterbitkan Demajors di Indonesia.

Sumber