
Lagu Cublak-Cublak Suweng, tembang dolanan anak berbahasa Jawa, menurut tradisi diciptakan oleh Sunan Giri. Nama aslinya Raden Paku atau Muhammad Ainul Yakin, dan ia termasuk Wali Songo. Ia memakai lagu ini sebagai sarana dakwah lewat permainan anak. Tahun penciptaannya tidak tercatat. Angka 1442 yang sering beredar sebenarnya tahun kelahiran Sunan Giri.
Cublak-Cublak Suweng tidak punya naskah asli bertanggal atau dokumen hak cipta seperti lagu modern. Lagu ini hidup karena diwariskan dari mulut ke mulut, dari halaman rumah ke halaman sekolah, selama berabad-abad. Karena itu, nama Sunan Giri sebaiknya dipahami sebagai atribusi tradisional yang dipercaya luas, bukan fakta yang bisa dibuktikan dengan arsip.
Siapa pencipta lagu Cublak-Cublak Suweng?
Pencipta lagu Cublak-Cublak Suweng yang dikenal luas adalah Sunan Giri. Menurut kisah Wali Songo, permainan anak-anak yang dibuat oleh Sunan Giri di antaranya adalah Jelungan, Jamuran, Gendi Gerit, dan lainnya, sedangkan tembang anak-anak yang ia ciptakan antara lain Padang Bulan, Jor, Gula Ganti, dan Cublak-cublak Suweng.
Atribusi ini datang dari tradisi lisan dan kisah para wali, bukan dari catatan sezaman.
| Hal | Keterangan |
|---|---|
| Judul | Cublak-Cublak Suweng |
| Pencipta (menurut tradisi) | Sunan Giri (Raden Paku/Muhammad Ainul Yakin) |
| Tahun penciptaan | Tidak tercatat. Kemungkinan pada masa dakwah Sunan Giri, sekitar akhir abad ke-15 |
| Bahasa | Jawa |
| Jenis | Tembang dolanan (lagu pengiring permainan anak) |
| Dipopulerkan oleh | Tradisi lisan masyarakat Jawa, diwariskan antargenerasi |
Profil singkat Sunan Giri, wali yang berdakwah lewat permainan
Sunan Giri adalah salah satu Wali Songo yang berdakwah di Gresik, Jawa Timur. Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin, dan punya banyak nama panggilan, di antaranya Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin, dan Joko Samudra.
- Kelahiran. Sunan Giri lahir di Blambangan (Banyuwangi, Jawa Timur) pada 1442 Masehi.
- Orang tua. Sunan Giri adalah putra dari Syekh Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Ayahnya saudara kandung Maulana Malik Ibrahim.
- Masa bayi yang dramatis. Menurut kisah tradisi, saat Sunan Giri lahir, para patih memasukkan Raden Paku ke dalam peti kayu kemudian dihanyutkan ke laut (Selat Bali). Dari kisah itulah muncul nama Joko Samudra.
- Pendidikan. Sunan Giri juga menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat Raden Patah juga belajar.
- Asal julukan. Ia mendirikan pesantren di perbukitan Desa Sidomukti, Kebomas, Gresik. Dalam bahasa Jawa, giri berarti gunung, dan sejak itulah ia dikenal dengan sebutan Sunan Giri.
- Wafat dan makam. Ia wafat pada tahun 1506 M dan dimakamkan di Dusun Giri Gajah, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur.
Kesenian adalah alat dakwahnya. Selain tembang dolanan, ia juga menciptakan gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmarandana dan Pucung. Cara ini membuat ajaran Islam masuk lewat hal yang sudah akrab bagi masyarakat Jawa, tanpa paksaan.
Benarkah Cublak-Cublak Suweng diciptakan tahun 1442?
Tahun 1442 hampir pasti bukan tahun penciptaan Cublak-Cublak Suweng. Angka itu adalah tahun kelahiran Sunan Giri di Blambangan. Bayi yang baru lahir tentu belum bisa mencipta tembang dakwah. Kalau atribusinya diterima, lagu ini paling mungkin lahir ketika Sunan Giri sudah dewasa dan berdakwah di Giri, yaitu sebelum ia wafat pada 1506.
Kesimpulannya, tahun pasti lagu ini tidak diketahui. Jawaban paling jujur adalah “pada masa dakwah Sunan Giri, sekitar akhir abad ke-15”.
Cublak-Cublak Suweng berasal dari daerah mana?
Cublak-Cublak Suweng berasal dari budaya Jawa dan dinyanyikan dalam bahasa Jawa. Lagu ini sering digolongkan sebagai lagu daerah Jawa Tengah, sementara Sunan Giri berdakwah di Gresik, Jawa Timur.
Kedua label itu sama-sama bisa dipahami. Lagu ini dikenal anak-anak di seluruh wilayah berbahasa Jawa, dari Jawa Timur sampai Jawa Tengah dan Yogyakarta, sehingga lebih tepat disebut lagu dolanan Jawa.
Lagu Cublak-Cublak Suweng artinya apa?
Makna lagu Cublak-Cublak Suweng, menurut tafsir yang paling banyak dipegang, adalah nasihat agar orang tidak mencari harta dengan menuruti hawa nafsu, melainkan kembali ke hati nurani yang bersih. Inilah tafsir dakwah yang dilekatkan pada sosok Sunan Giri. Liriknya sendiri sederhana dan jenaka.
Beberapa kata kunci dalam lirik bisa dimaknai seperti ini:
- Cublak dan suweng. Cublak dimaknai sebagai tempat atau wadah. Suweng adalah anting perhiasan khas Jawa, lambang harta yang berharga.
- Suweng yang tercecer. Di bagian awal lagu, harta itu digambarkan berserakan. Ini bisa dimaknai bahwa kekayaan sebenarnya ada di mana-mana dan bisa dicari siapa saja.
- Pak Empong. Pak Empong adalah sosok orang ompong yang menoleh ke sana kemari. Tokoh ini bisa dimaknai sebagai manusia yang bingung mencari harta tanpa arah.
- Orang yang tertawa menyembunyikan. Bagian ini sering ditafsirkan sebagai orang bijak yang tahu bahwa “harta” sejati tersimpan di tempat yang tidak dilihat orang yang dikuasai nafsu.
- Kedelai kopong. Kedelai kosong di akhir lagu dimaknai sebagai hati nurani. Kebahagiaan ditemukan dengan hati yang bersih dan tidak penuh ambisi.
Dengan hati nurani, akan lebih mudah menemukan kebahagiaan, dan tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat. Bagi anak-anak, pesannya tersampaikan lewat permainan. Orang dewasa yang merenungkannya akan menemukan ajaran tasawuf yang dalam.
Cara bermain Cublak-Cublak Suweng
Permainan Cublak-Cublak Suweng biasanya dimainkan beberapa anak, dengan satu benda kecil sebagai “suweng”, misalnya kerikil atau biji-bijian. Langkahnya begini:
- Hompimpa. Semua pemain hompimpa untuk menentukan siapa yang kalah. Anak yang kalah menjadi Pak Empong.
- Pak Empong telungkup. Pak Empong berlutut lalu menelungkupkan badan, seperti posisi sujud, supaya tidak bisa melihat.
- Telapak tangan di punggung. Pemain lain duduk mengelilinginya dan meletakkan telapak tangan terbuka di punggung Pak Empong.
- Suweng diedarkan sambil bernyanyi. Satu pemain memindahkan kerikil dari telapak tangan ke telapak tangan lain mengikuti irama lagu.
- Kerikil disembunyikan. Saat lagu hampir selesai, kerikil digenggam salah satu pemain. Semua pemain lalu mengepalkan tangan dan menggerakkannya seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu.
- Pak Empong menebak. Pak Empong bangun dan menebak siapa yang memegang kerikil. Kalau tebakannya benar, pemegang kerikil gantian menjadi Pak Empong. Kalau salah, ia jaga lagi.
Permainan ini melatih kejelian, kerja sama, dan sportivitas. Lagu ini juga masih sering dipakai guru PAUD dan SD dalam pelajaran seni budaya, serta dibawakan sanggar-sanggar dalam aransemen gamelan atau campursari.
Tanya Jawab
– Apakah Sunan Giri pasti pencipta lagu Cublak-Cublak Suweng?
Tidak bisa dipastikan lewat dokumen, tetapi Sunan Giri adalah nama yang dipercaya luas sebagai pencipta Cublak-Cublak Suweng. Atribusi ini berasal dari tradisi lisan dan biografi Wali Songo. Sebagai tembang rakyat, lagu ini sudah lama menjadi milik bersama masyarakat Jawa.
– Apa lagu lain yang dikaitkan dengan Sunan Giri?
Selain Cublak-Cublak Suweng, Sunan Giri dikaitkan dengan tembang dolanan Padang Bulan, Jor, dan Gula Ganti, serta permainan Jelungan dan Jamuran. Ia juga dikenal lewat gending Asmarandana dan Pucung.
– Apa arti kata “suweng” dalam Cublak-Cublak Suweng?
Suweng adalah anting atau giwang tradisional Jawa. Di dalam lagu, suweng melambangkan harta atau sesuatu yang berharga. Dalam permainan, perannya digantikan oleh kerikil atau biji kecil yang disembunyikan.
– Apakah Cublak-Cublak Suweng punya gerakan tari?
Cublak-Cublak Suweng pada dasarnya adalah lagu pengiring permainan, jadi “gerakannya” adalah gerakan bermain: telapak tangan terbuka di punggung Pak Empong, kerikil yang diedarkan, lalu tangan mengepal saat lagu berakhir. Sejumlah sanggar dan sekolah menggubahnya menjadi tari kreasi anak. Gerakan tari itu tidak baku dan bisa berbeda di tiap tempat.
– Cublak-Cublak Suweng cocok dinyanyikan pada acara apa?
Cublak-Cublak Suweng cocok untuk kegiatan belajar di PAUD dan SD, pentas seni budaya, peringatan Hari Anak, dan acara yang mengenalkan permainan tradisional. Lagunya pendek dan iramanya mudah diikuti, sehingga anak-anak cepat hafal.