
Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto, yang juga sering ditulis Prohar Sudharnoto. Ia komponis kelahiran Kendal, Jawa Tengah, yang menggubah lagu ini pada 1956 saat bekerja di RRI Jakarta. Judul awalnya Mars Pancasila. Lagu ini kemudian ditetapkan sebagai lagu wajib nasional dan masih dinyanyikan di sekolah serta upacara sampai sekarang.
Hampir semua anak sekolah hafal lagu ini, tetapi jauh lebih sedikit yang kenal dengan penciptanya. Hidup Sudharnoto penuh liku. Ia pernah menjadi orang penting di dunia musik radio, lalu kehilangan pekerjaan dan ditahan setelah peristiwa 1965. Meski begitu, lagu ciptaannya tetap dinyanyikan.
Lagu Garuda Pancasila Buatan Siapa?
Lagu Garuda Pancasila adalah buatan Sudharnoto. Namanya sering ditulis Prohar Sudharnoto, dan dialah pencipta asli lagu yang kini menjadi lagu nasional itu. Lagu ini pertama kali diciptakan dengan judul Mars Pancasila pada 1956, lalu dikenal sebagai Garuda Pancasila.
Ada satu catatan penting soal nama. Banyak tulisan menganggap “Prohar” sebagai bagian dari nama Sudharnoto. Namun, penulis Hersri Setiawan dalam Kamus Gestok (2003) mencatat bahwa Sudharnoto menggubah lagu Mars Pancasila “bersama Prahar”. Jadi, ada versi yang menyebut lagu ini lahir dari kerja dua orang. Meski begitu, nama yang tercatat luas sebagai pencipta tetap Sudharnoto.
Lagu ini juga punya hubungan dengan lambang negara. Lagu Garuda Pancasila diciptakan pada 1956, enam tahun setelah Garuda ditetapkan sebagai lambang negara.
Biografi Singkat Pencipta Lagu Garuda Pancasila
Sudharnoto lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 1925, dan wafat pada 11 Januari 2000. Bakat musiknya tumbuh dari rumah. Ibunya pandai bermain akordeon, sedangkan ayahnya gemar memainkan gitar, seruling, dan biola. Ayahnya juga seorang dokter pribadi Mangkunegara VII di Surakarta.
Ia sempat mengikuti jejak ayahnya. Sudharnoto kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tetapi hanya sampai tingkat dua. Sejak muda ia mahir memainkan berbagai alat musik, seperti biola, gitar, piano, dan suling.
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1925 | Lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 24 Oktober |
| 1952 | Bekerja sebagai kepala seksi musik dan pengisi acara Hammond Organ Sudharnoto di RRI Jakarta |
| 1956 | Menggubah Mars Pancasila, yang kemudian dikenal sebagai Garuda Pancasila |
| 1958-1996 | Menata musik untuk puluhan film Indonesia |
| 1965 | Diberhentikan dari RRI Jakarta, lalu ditahan di Salemba |
| 1969 | Kembali bermusik sebagai pianis di LCC, lalu di Sangrilla |
| 2000 | Wafat pada 11 Januari |
Sejarah Lagu Garuda Pancasila dan Latar Penciptaannya
Lagu Garuda Pancasila lahir dari lingkungan radio negara. Sudharnoto menulis lagu ini saat masih bekerja di RRI. Bentuknya mars, yaitu lagu berirama tegap yang biasa dipakai untuk mengiringi barisan atau membangkitkan semangat bersama. Bentuk itu cocok untuk lagu yang mengajak orang setia pada dasar negara.
Isi liriknya kalau diparafrasekan seperti ini. Di bagian awal, penyanyi menyatakan diri sebagai pendukung Garuda Pancasila. Ia juga menyebut para patriot proklamasi yang siap berkorban. Bagian berikutnya menegaskan Pancasila sebagai dasar negara dan kebanggaan bangsa, lalu ditutup dengan ajakan untuk terus maju. Lirik mars ini berisi semangat perjuangan dan kesetiaan rakyat Indonesia kepada Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara.
Nasib Sudharnoto Setelah 1965
Kehidupan Sudharnoto berubah drastis setelah 1965 karena ia aktif di Lekra. Lekra adalah Lembaga Kebudayaan Rakyat, organisasi kebudayaan yang berdiri pada 1950. Sudharnoto pernah menjadi anggota pimpinan pusat Lekra.
Setelah peristiwa 1965, Lekra dinyatakan sebagai organ PKI. Sejak itu anggotanya dikejar, ditangkap, ditahan, bahkan ada yang dibunuh tanpa pengadilan. Sudharnoto sempat ditahan di Salemba. Setelah bebas, ia menjalani berbagai pekerjaan. Ia antara lain menjadi penyalur es dan sopir taksi, sebelum kembali bermain piano pada 1969.
Lagu ciptaannya bernasib lain. Pada masa Orde Baru, Garuda Pancasila tetap dinyanyikan di sekolah dan upacara. Ini kontras dengan Genjer-Genjer, lagu lain dari seniman Lekra yang dilarang setelah 1965. Orde Baru runtuh pada 1998, sedangkan Garuda Pancasila terus dinyanyikan hingga hari ini.
Lagu Lain Ciptaan Sudharnoto
Sudharnoto juga menulis banyak lagu lain, dari lagu perjuangan sampai lagu pop. Beberapa yang tercatat:
- Lagu bertema perjuangan. Madju Sukarelawan, Asia Afrika Bersatu, dan Bangkit Wartawan AA cukup populer pada masanya.
- Lagu pop. Ia menggubah Di Tokyo Kita Kan Bertemu dan Setitik Kasih.
- Mars organisasi. Dengan nama samaran Damayanti, ia memenangkan sayembara penulisan lagu Mars Dharma Wanita.
- Musik film. Ia menjadi penata musik untuk puluhan film Indonesia dari akhir 1950-an sampai pertengahan 1990-an.
Jangan Tertukar: Lagu, Lambang, dan Judul yang Mirip
Kata “Garuda” muncul di beberapa karya yang berbeda, jadi penciptanya pun berbeda. Ejaan nama penciptanya yang benar adalah Sudharnoto.
| Karya | Pembuat | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Lagu Garuda Pancasila | Sudharnoto | 1956 | Lagu wajib nasional, awalnya berjudul Mars Pancasila |
| Lambang Garuda Pancasila | Sultan Hamid II | 1950 | Lambang negara, bukan lagu |
| Indonesia Raya | W.R. Supratman | 1928 | Lagu kebangsaan |
| Garuda di Dadaku | Dipopulerkan grup Netral | – | Lagu dukungan untuk tim nasional sepak bola, tidak ada hubungannya dengan karya Sudharnoto |
Kapan Lagu Garuda Pancasila Biasa Dinyanyikan?
Lagu Garuda Pancasila biasa dinyanyikan pada acara kenegaraan dan kegiatan sekolah. Lagu ini termasuk lagu wajib nasional. Beberapa momen yang paling sering:
- Hari Lahir Pancasila, 1 Juni. Lagu ini biasa dinyanyikan dalam upacara di instansi pemerintah dan sekolah.
- Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober. Lagu ini sering mengiringi upacara peringatan.
- Upacara bendera dan pelajaran musik di sekolah. Garuda Pancasila termasuk lagu wajib yang dikenalkan sejak SD.
- Lomba paduan suara dan peringatan 17 Agustus. Iramanya yang tegap cocok dinyanyikan beramai-ramai.
Seperti lagu nasional lainnya, Garuda Pancasila sebaiknya dinyanyikan dengan sikap hormat: berdiri tegak, liriknya utuh, dan temponya tidak diubah sesuka hati.
Tanya Jawab
– Siapa penyanyi lagu Garuda Pancasila?
Lagu Garuda Pancasila tidak punya satu penyanyi resmi karena ini lagu wajib nasional yang dinyanyikan bersama. Lagu ini paling sering dibawakan paduan suara, siswa sekolah, dan peserta upacara. Penciptanya adalah Sudharnoto, jadi jangan dicampur dengan orang yang membawakannya.
– Apa judul asli lagu Garuda Pancasila?
Judul asli lagu Garuda Pancasila adalah Mars Pancasila. Judul itu dipakai saat Sudharnoto menciptakannya pada 1956. Belakangan lagu ini lebih dikenal dengan judul Garuda Pancasila, sesuai kata-kata di awal liriknya.
– Siapakah pembuat lambang Garuda Pancasila?
Lambang Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II, bukan Sudharnoto. Lambang negara itu mulai ditetapkan pada 1950, sedangkan lagunya baru lahir pada 1956.
– Apa makna lagu Garuda Pancasila?
Lagu Garuda Pancasila bermakna kesetiaan rakyat Indonesia kepada Pancasila sebagai dasar negara. Rasa cinta kepada bangsa dan negara dalam lagu ini disimbolkan lewat lambang burung Garuda Pancasila. Liriknya juga mengajak pendengar siap berkorban dan terus maju demi bangsa.